50 Tanaman Obat herbal untuk Mengatasi Penyakit

Tanaman Obat herbal banyak manfaatnya untuk kesehatan. Selain biaya perawatannya murah kita bisa mengembangbiakkan tanaman obat herbal di rumah tanpa perlu perawatan yang rumit. 50 Tanaman Obat Herbal untuk mengatasi penyakit antara lain: 


Jahe (Zhingiber Officinale)

Jahe dalam bahasa latin Zhingiber Officinale adalah tanaman yang memiliki rimpang memiliki senyawa keton yaitu Zingeron yang memiliki rasa pedas. 

Manfaat 

Jahe bermanfaat untuk obat tradisional seperti masuk angin, sakit perut, peradangan, kram otot, dan nyeri haid. Selain itu Jahe juga bermanfaat untuk membantu melancarkan buang air besar.

Jambu biji (Psidium Guajava)

Jambu biji memiliki banyak manfaat dalam tiap bagian nya buah nya bermanfaat sebagai sumber vitamin untuk tubuh, Daun jambu biji memiliki manfaat antara lain untuk membantu mengatasi masalah pencernaan. 

Tanaman jambu tumbuh di dataran tinggi dan juga banyak dijumpai di dataran rendah, tanaman ini berkembang biak dengan biji. Dalam satu buah jambu biji terdapat biji yang banyak yang dapat menjadi anakan baru. Namun sebagian petani lebih menyukai menanam jambu biji dari hasil persilangan maupun cangkok karena akan lebih menyerupai tanaman indukan. 

Tanaman yang merupakan family  Myrtaceae ini banyak juga digunakan untuk bumbu dapur antara lain menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya. Biasanya daun dan bunga pepaya akan di rebus bersa daun jambu biji hingga layu sebelum di olah menjadi masakan.

Temulawak (Curcuma Zhantorriza)

Temulawak atau dikenal dengan Curcuma Zhantorriza memiliki ciri khas rimpang dengan daging yang berwarna kuning pekat. Temulawak dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Bentuk daun memanjang lebat dengan tulang daun berwarna kemerahan. 

Manfaat temulawak dapat meningkatkan nafsu makan, mengatasi gangguan pada lambung, pencernaan dan fungsi hati. Selain itu temulawak dipercaya menambah stamina dan meningkatkan imunitas tubuh.

Kunyit (Curcuma Longa Linn. Syn)

Kunyit bernama latin Curcuma Longa Linn.Syn memiliki ciri-ciri yakni  dikelompokkan ke dalam jahe-jahean. Kunyit memiliki bahan aktif yaitu natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason, kurkumin, desmetoksikumin,dll.

Memiliki banyak manfaat antara lain sebagai anti peradangan, antiseptik, anti alergi gatal, pengawet alami, campuran masakan, dan menambah cita rasa masakan, dan Suplemen makanan.

Kunyit dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi serta memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit. Perkembangbiakan kunyit dapat dilakukan di halaman rumah, dalam pot maupun di daerah yang terbuka lainnya. 

Pegagan (Cantela Aseatica)

Pegagan memiliki nama latin Cantela Asiatica memeiliki bentuk mini dengan daun berbentuk bulat bergerigi. Bagian tangkai dapat menjadi anakan baru, hidup di permukaan tanah dengan menjalar dan bergerombol. Tanaman ini mudah ditemukan di permukaan tanah sawah, ladang, perumahan, selokan, pinggir kali maupun di hutan. Dikenal juga dengan tanaman herba penutup tanah.

Manfaat pegagan dapat digunakan mengobati luka, sakit maag dan perut kembung. Cara penggunaan ada yang dilalap, dijadikan teh maupun digunakan sebagai salap.

Kumis kucing (Orthosiphon spicatus BBS)

Kumis kucing merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh dari anakan di sekitar batang. Bentuk bunga berwarna putih menyerupai kumis kucing, daun berwarna hijau kecil bentuknya bundar dengan ujung runcing, batang berwarna ungu. 

Manfaat kumis kucing adalah memperlancar air kemih, mengobati batu ginjal, reumatik, menurunkan gula darah, dan antibakteri.

Tanaman kumis kucing dapat tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai kandungan unsur hara cukup banyak, namun kita bis mengembangbiakkan kumis kucing di halaman rumah atau dalam pot. 

Daun belimbing

Daun belimbing dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah 


Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah Buaya mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk daun yang memanjang, berisi lendir yang banyak manfaat untuk kesehatan. Pinggiran daun bergerigi mirip lidah buaya. Memiliki kandungan antara lain 

Perkembangbiakan Lidah buaya dapat dilakukan di lahan pertanian atau di dalam pot. Media tanam yang dibutuhkan untuk mengembangbiakkan lidah buaya antaran lain campuran sekam bakar, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. 

Manfaat lidah buaya antara lain menyuburkan rambut, mengatasi alergi, mempercepat proses penyembuhan luka. 


Sambiloto ( Andrographis paniculata)

Sambiloto dalam bahasa latin dikenal sebagai Andrographis paniculata memiliki ciri daun berwarna hijau lonjong, bagian ujung runcing memiliki bunga yang muncul sepanjang waktu. Tinggi pohon sekitar 90 cm dengan jenis tanaman terna. 

Sambiloto memilki rasa yang pahit di seluruh bagian tumbuhan. Memiliki kandungan zat Saponin, flavanoida, dan Tanin.

Manfaat sambiloto antara lain mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni dan menurunkan panas, menurunkan kadar gula darah serta dapat mengobati sakit typus.

Mahkota dewa (phaleria carpa)

Mahkota dewa dikenal dengan nama Phaleria carpa mempunyai ciri khas tanaman perdu dengan buah berbentuk bulat hijau akan berubah merah jika dibiarkan matang.

Kandungan yang terdapat pada buah mahkota dewa adalah alkaloid, Saponin, flavonoid dan polifenol. 

Manfaat buah naga antara lain berfungsi sebagai antihistamin (antialergi), mengurangi kolesterol, anti bakteri dan anti virus.

Perkembangbiakan mahkota dewa cukup mudah yaitu dengan menanam buah yang sudah matang.

Kapulaga ( E. cardamomum)

Kapulaga adalah biji dari tanaman genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae keluarga jahe-jahean. Bentuk biji yang menggembung segitiga dengan kulit luar yang tipis.

Kapulaga bermanfaat untuk pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang. 

Kandungan minyak Atsiri, sineol, terpineol, borneol dan protein gula dan lemak yang terdapat dalam kapulaga menjadikan sebagai salah satu bumbu rempah dan jamu-jamuan untuk kesehatan tubuh.


Mengkudu (morinda Citrifolia)

Mengkudu merupakan tanaman jenis perdu dengan tinggi 3-8 meter dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Daun mengkudu tebal mengkilap, daun muda dapat juga menjadi lalapan. Buah mengkudu berwarna kehijauan dan akan menjadi putih saat sudah tua. Daging buah lembut dan berair. 

Kandungan buah mengkudu cukup banyak yang bermanfaat untuk kesehatan antara lain zat nutrisi, terpenoid yang dapat membantu pemulihan sel-sel tubuh. Terdapat zat antibakteri, yang dapat mengontrol bakteri patogen. Scolopetin yang bermanfaat untuk anti perdangan dan anti bakteri.

Kencur (kaempferia galanga)

Kencur merupakan tanaman rimpang yang bermanfaat sebagai bumbu dapur, selain itu kencur juga bermanfaat untuk mengobati batuk rejan, sakit perut dan obat lebam. Merupakan famili Zingiberaceae kencur dapat hidup di dataran tinggi maupun rendah. Kencur juga dapat ditanam di pot maupun di tanah. 

Kandungan zat antiinflamasi, antioksidan dan analgesik menjadikan kencur dapat dijadikan obat pereda nyeri. 

Kencur juga dijadikan minuman kesehatan dan vitalitas tubuh, mengatasi lelah dan dapat meningkatkan kesehatan pada wanita maupun pria. 

Daun kemangi (Ocimum)

Kemangi sering dijadikan lalapan karena wangi daunnya yang menyegarkan. Kandungan kalium dalam daun kemangi dapat meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu juga dapat menggantikan zat besi yang hilang saat menstruasi pada wanita.

Kemangi dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, semakin sering di pangkas pucuk daunnya maka akan semakin rimbun pohon kemangi. 

Lemon (citrun)

Lemon mengandung vitamin C yang tinggi. Oleh karena itu lemon dapat digunakan sebagai minuman, obat dan baik untuk kulit. Kandungan kalsium, fosfor dan zat besi dalam lemon juga cukup banyak. 

Lemon dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi melalui cangkok atau biji. Perkembangbiakan melalui biji dapat dilakukan namun pertumbuhannya akan lama. Petani biasanya mengembangbiakkan lemon dengan cara di cangkok atau stek batang.

Daun sirih (paper betle)

Daun sirih dapat menjadi antiinflamasi, Antibakteri sehingga dipercaya mengobati bronkitis, luka, mencegah bakteri pada mulut dan gigi, serta dapat menyegarkan badan. 

Pertumbuhannya cukup mudah, tiap tangkai daun dapat menjadi anakan baru bila sudah ada akar. Oleh karena itu perkembangbiakan sirih dengan menjalar.

 ketumbar (coriandrum sativum)

Ketumbar digunakan untuk rempah masakan. Bentuk ketumbar berupa biji kecil-kecil yang dikeringkan. Biji ketumbar ringan dan kering, ketumbar juga dapat bermanfaat sebagai peluruh kentut dan pelancar pencernaan. 

Pappermint 

Daun mint dapat tumbuh di dalam pot maupun di tanah yang gembur. Daun mint bermanfaat untuk menghilangkan bau mulut, menyegarkan nafas dan menghilangkan bau badan. 

Daun mint dapat dimakan sebagai campuran minuman, kue maupun selada atau dijadikan lalapan. 

Rosela (Hibicus sabdariffa)

Rosela memiliki ciri tumbuhan perdu dengan bunga yang banyak terdapat di sela tankai daun maupun dahan. Rosela bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah serta obesitas. Selain itu zat antioksidan dapat bermanfaat sebagai antikanker. 

Keji beling (stachytarpheta mutabilis)

Keji beling merupakan tumbuhan perdu yang dapat hidup subur di tanah maupun di pot. Daun keji beling memiliki zat antiinflamasi, anti angiogenik, analgesik, yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Tumbuhan ini cukup poluler untuk mengobati kencing batu, wasir maupun gigitan hewan melata. 

Ginseng (panax)

Ginseng sudah populer dari zaman dahulu, di negeri Korea bahkan dijadikan sebagai masakan dan obat obatan herbal yang sangat populer. Termasuk tumbuhan terna yang diambil dari ginseng adalah umbi akarnya. 

Ginseng dapat dengan mudah hidup baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Khasiatnya ginseng antara lain : mengurangi peradangan, mengurangi stress, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan sel-sel kanker. 

Inilah tanaman obat herbal yang dapat tumbuh disekitar kita dan memiliki manfaat yang sangat banyak. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "50 Tanaman Obat herbal untuk Mengatasi Penyakit "

Posting Komentar